Merpati Fund vs Reksadana…

Infovesta, sebuah lembaga riset dan kosultan investasi, baru saja mengeluarkan perhitungan kinerja rata-rata investasi reksadana saham, campuran dan pendapatan tetap dibandingkan dengan kinerja IHSG, Obligasi Pemerintah dan Obligasi Swasta untuk periode April dan YTD April 2017…hasilnya dirilis dalam artikel Kontan hari ini ….

image1 (1)

Sementara kinerja Merpati Fund periode April naik 6.39% dan YTD April 32.79%…jauh mengungguli semua indeks reksadana saham, campuran maupun pendapatan tetep

Keep up the good work….semoga kinerja tetap superior sampai akhir tahun. Happy Investing…….

Advertisements

April Masih Menguat…..

Jumat kemarin IHSG ditutup pada level 5.685 menguat 2.1% sepanjang bulan April ini dari pembukaan awal bulan pada level 5.568. Namun di akhir perdagangan kemarin sebenarnya indeks mengalami penurunan cukup tipis, hal ini terjadi karena banyaknya profit taking dari investor retail menghadapi libur panjang karena hari Buruh yang jatuh pada hari Senin, 1 Mei 2017.

Secara YTD indeks sudah menguat 7.32% dari level 5.297 di awal tahun, sebuah kenaikan yang moderat saja sebenarnya. Kenaikan indeks di April ini merupakan imbas dari masih positifnya kinerja emiten pada Kuartal I 2017, sebagian emiten baru merilis laporan keuangan sepanjang April ini. Juga dipengaruhi oleh lancarnya Pilkada DKI yang walaupun sempet panas antar pendukung namun adem ayem di pelaksanaan. Kemenangan telak Anis-Sandi dari Ahok-Djarot yang cukup mengejutkan dengan selisih suara hampir 16% ternyata tidak cukup untuk mengejutkan bursa…

Merpati Fund tetap membukukan kinerja yang ciamik….sepanjang April ini naik 6.39% dibandingkan IHSG ~ 2.1%, LQ45 ~ 2.06% dan Kompas100 ~ 2.05%. Kenaikan yang cukup besar ini sebagian besarnya masih disumbang oleh saham-saham komoditas seperti BUMI, MEDC dan HRUM yang naik cukup signifikan. Selebihnya beberapa saham second liner seperti LPKR dan ERAA juga naik. Saham blue chip seperti LPPF dan JSMR juga mulai menggeliat seiring laporan keuangan yang membaik…

Sementara kinerja YTD Merpati Fund juga lebih superior lagi yaitu 32.79% compare to IHSG ~ 7.32%, LQ45 ~ 6.45% dan Kompas100 ~ 6.99%..semoga kinerja cantik ini bisa bertahan sampai akhir tahun….

Beberapa saham yang kita beli sepanjang April ini belum terlihat tanda-tanda akan naik harganya walapun kinerja keuangannya sangat prima seperti WSBP dan SMGR, kita tetap optimis saham-saham ini akan segera menyesuaikan dengan fundamental dan kinerjanya…

Hari terakhir perdagangan April pada Jum’at kemarin, beberapa emiten pegangan kita merilis kinerja keuangan Q1-2017 seperti BUMI, HRUM, CEKA, APLN dan LPCK.

Kinerja HRUM dan BUMI sangatlah bagus, laba naik lebih dari 100% dibanding kinerja Q1-2016 lalu. Sementara CEKA, LPCK dan APLN kinerja justru turun antara 15%-25% dibanding Q1-2016…

Kami prediksikan perdagangan besok, Selasa 2 Mei 2017, akan ramai antisipasi kenaikan dan penurunan kinerja Q1-2017 yang baru dirilis ini. Namun sebagai investor jangka panjang, kami tidak akan ikut euforia jual/beli saham-saham diatas. Kita hanya akan jual kalo harganya sudah diatas nilai intrinsiknya dan akan menambah pembelian kalau harga jatuh jauh dibawah value perusahannya…

Ada satu perusahaan lagi yang sedang kami cermati utk ditambahkan dalam portofolio…selama sebulan terakhir harga saham perusahaan ini sudah naik diatas 75%. Namun PER < 5 dan PBV < 0.5 – masih sangat murah…apalagi kinerja Q1-2017 sangat ciamik…laba naik lebih dari 100% dari Q1-2016. Kelemahan utama saham ini hutangnya cukup gede > Rp. 50 triliun dan DER > 1.3…cukup riskan sebenarnya…dan juga ada di sektor yang lagi dijauhi market karena terkait isu lingkungan…saham apakah itu ? bisakah memberikan keuntungan maksimal >100% lagi dalam 6-12 bulan kedepan ? layak untuk dipertimbangkan….

Happy Investing ….

Maret mulai menggeliat…

Indeks harga saham ditutup menguat cukup tinggi di bulan maret ini, sebesar 3,36%, dari 5,387 ke 5.568. Kenaikan yang cukup tinggi ini disumbang oleh beberapa saham blue chip yang naik tinggi seiring dengan release laporan keuangan yang cukup baik, at least sesuai ekspektasi para analis. Naiknya FED rate sebesar 0.25% ternyata tidak membuat indeks turun, justru sebaliknya malah naik karena dianggap ada kepastian ekonomi US mulai membaik. Secara year to date atau quartal satu ini indeks sudah naik 5.12%, sebuah kenaikan yang moderat…

Bagaimana dengan kinerja Merpati Fund yang kita kelola ? Bulan maret ini Merpati Fund masih membukukan kinerja yang positif, naik sebesar 2.97% dari posisi akhir bulan lalu. Memang secara kinerja bulanan Merpati Fund masih kalah dari kenaikan IHSG bulan ini sebesar 3,36%. Namun kalau kita mengukur kinerja year to date atau quartalan, maka kinerja Merpati Fund masih sangat superior, mencatatkan kenaikan sebesar 24.81% dibanding kinerja ytd IHSG 5.12%, LQ45 naik 4.3% dan Kompas100 naik 4.84%.

Lantas saham-saham apa saja yang menyumbang kinerja Merpati Fund ? Untuk bulan maret ini setidaknya ada tiga saham yang menjadi bintang pendorong kinerja kita.

MEDC yang kita beli pada bulan Desember tahun lalu pada harga rata-rata 1.350 sudah naik ke 3.500 pada penutupan maret ini, wow kenaikan sebesar 159%, kita masih meyakini bahwa harga MEDC akan naik lebih lanjut namun untuk mengamankan profit yang sudah tinggi, kita sudah take profit sebanyak 2/3 portofolio….

KBLI dengan rata-rata harga pembelian di 285 sudah kita take profit di 498, keuntungan sebesar 75% sdh kita realisasikan, walalupun kemudian rada kita “sesali” karena sahamnya masih naik lagi ke level 725 an…rejeki memang tidak pernah tertukar hehehe..

Kemudian satu saham third liner berikutnya yang memberikan keuntungan maksimal adalah CEKA, kita beli pda harga 1.300 an dan saat ini harga sdh mencapai 2.170, bahkan harga CEKA sempet mencapai 2,400 an sebelum turun lagi. Utk saham ini masih kita hold semua karena kita punya keyakinan masih bisa naik lebih lanjut mengingat PER masih rendah +/ 6 dan PBV juga masih +/ 1

Sementara saham-saham blue chip yang kita pegang seperti BBNI, LPPF, JSMR, MNCN naik moderate saja 5-10%…not bad sih mengingat resiko saham blue chip yang juga rendah, kita masih sangat berharap JSMR bisa naik ke 6,000 an dan LPPF ke 16,000 an seperti harga intrinsik mereka…

Satu saham blue chip kita masih membukukan loss 20%, yaitu PGAS at 2.530 , saham ini sebenarnya bagus dan masih bisa naik ke level 3,500 an, namun entah kapan ? bisa lebih dari setahun mengingat kebijakan pemerintah terkait pengaturan harga gas masih tidak jelas dan membuat profit margin PGAS makin menipis…sedang kita pertimbangkan untuk cut loss semuanya

Saham-saham properti yang kita pegang APLN, LPKR dan LPCK belum bergerak kemana-mana, kita sedang mempertimbangkan untuk switch semua saham property ke LPCK saja mengingat harga yang sudah sangat murah sementara fundamentalnya masih sangat baik dan relatif tidak memiliki hutang bank…

Bulan maret ini kita nambah satu portofolio blue chip yaitu SMGR, kita meyakini harga saham ini sudah cukup murah dan bisa naik kembali ke level 13.000 an di tahun 2017 ini juga. Harga SMGR turun terus karena dirundung masalah penghentian pabrik semen di rembang yang di protes warga karena isu lingkungan, juga beratnya persaingan industri semen yang oversupply sehingga menekan margin laba perusahaan. Namun seiring berjalannya proyek infrastruktur pemerintah, demand semen diharapkan akan naik lagi dan mengerek harga SMGR…

Happy investing…..