Februari Kurang Ceria….

Februari baru saja berakhir, IHSG ditutup menguat tipis 1.76% ke level 5,387 dari penutupan bulan lalu pada 5,294. Secara year to date IHSG hanya menguat 1.7% saja dari penutupan Desember 2016. Kurangnya sentimen positif menyebabkan IHSG tidak banyak bergerak, harapan suksesnya tax amnesty sudah hilang tak berbekas, release laporan keuangan 2016 emiten juga tidak banyak berpengaruh, bahkan sebagian emiten mengalami penurunan kinerja dibanding proyeksi dan ekspektasi analis, sementara awan mendung naiknya suku bunga FED membuat investor asing melakukan penjualan bersih yang cukup besar sehingga menekan indek…

Sementara itu Merpati Fund mengalami bulan yang kurang ceria, portofolio kita justru turun -7,08% selama bulan Februari ini. Namun demikian secara year to date sejak Desember 2016, kinerja Merpati Fund masih sangat superior sebesar 21.22%, jauh mengungguli kinerja IHSG ~ 1.7%, LQ45 ~ 1,02% dan Kompas100 ~ 1,52%.

Penurunan kinerja di bulan ini disebabkan oleh turun dalamnya saham-saham group Bakrie yang kita koleksi, BUMI turun dari level 500 ke 318, ENRG kembali ke harga 50 karena adanya rencana manajemen melakukan reverse stock 1:8, sementara BRMS juga masih belum naik signifikan.

Beberapa saham blue chip yang kita koleksi cukup banyak sudah mulai menunjukan tanda-tanda penguatan yang berarti seperti JSMR, PGAS dan BBNI. Begitu juga saham-saham second liner seperti GJTL, KBLI, HRUM dan MEDC mengalami kenaikan yang cukup signifikan sehingga menahan laju penurunan saham-saham group Bakrie.

Sementara saham-saham properti yang kita miliki masih belum kemana-mana, hanya naik kurang dari 5% dari penutupan Desember kemarin, sehingga belum memberikan kontribusi berarti pada kinerja portofolio secara keseluruhan

Pada bulan Februari ini kita juga menambah portofolio dua saham blue chip yang harganya sedang jatuh, terdiskon 20-30% dari nilai wajarnya, yaitu MNCN dan LPPF.

MNCN terdiskon karena disebutnya nama HT, pemilik MNC Group, dalam kasus AA yang cukup menyita perhatian publik dan memberi imbas negatif ke harga saham group tersebut, namun kami berkeyakinan fundamental bisnis MNCN sama sekali tidak berubah, bahkan profitnya masih mengalami trend kenaikan. Seiring dengan optimisme pertumbuhan ekonomi saham ini akan kembali naik ke harga wajarnya…

Demikian juga LPPF, entah kenapa saham retail Matahari ini turun cukup dalam, padahal laporan keuangannya ciamik, masih naik signifikan dari kinerja tahun lalu…..dan LPPF ini termasuk saham dengan fundamental yang bagus, PER jauh dibawah kompetitornya diindustri yang sama….kami meyakini saham LPPF akan kembali ke nilai wajarnya dalam waktu kurang dari enam bulan…

Kalau ada tambahan dana, kedua saham ini menjadi prioritas kami untuk menambah portofolio Merpati Fund…

Semoga kedepan perekonomian semakin membaik, APBN semakin sehat, proyek infrastruktur Jokowi berjalan sesuai rencana dan IHSG tetap melanjutkan trend naiknya…

Happy Investing…..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: