Kebiasaan Gonta Ganti Gadget…

Beberapa hari lalu ribuan orang antre di Pacific Place untuk mendapatkan blackberry seri terbaru yg sedang menggelar promo diskon 50%

Banyak yang sudah antre sejak jam 12 malam dan menginap di lokasi. Puluhan orang terluka berdesakan dan sebagian pingsan. Padahal diskon ‘hanyalah’ senilai Rp. 2.3 jutaan.

Saya tidak habis mengerti kenapa ‘kelas menengah’ penyuka gadget ini rela menanggung resiko luka, bahkan nyawa untuk hal sepele seperti itu.

Apakah mereka bener bener mengejar diskon Rp. 2.3 juta atau semata-mata keinginan untuk memiliki gadget terbaru pada kesempatan pertama ?

Saya menduga alasan kedualah yang dominan dibalik antrian panjang kelas menengah tanggung ini. Karena mungkin hanya itu satu-satunya yg dapat mereka banggakan kepada temen-temennya. Gengsi memiliki gadget terbaru.

Saya sendiri termasuk orang yg malas gonta-ganti gadget. Alasan utama karena nggak mau repot belajar cara pakai gadget baru, apalagi kalo harus mindah-mindahin alamat telpon secara manual…

Rata-rata saya memiliki handphone bisa bertahan 4-5 tahun. Sampai bulukan dan baret sana sini. Ketika saya pakai merk Philips itu bertahan selama empat tahun. Dengan alasan sangat sederhana, baterai yg bisa tahan 3-4 hari dengan pemakaian yg cukup sibuk, saya malas ganti karena nyaman dan malas mesti nge-charge setiap saat.

Kemudian saya ganti Nokia Communicator karena terlihat keren, bisa utk bekerja dan muat data banyak. HP segede bagong ini bisa tahan lima tahun dari tahun 2005 sd 2010. Saya malas ganti karena repot mindahin data dan contact…hehehe padahal mungkin tinggal copy paste aja ya ?

Demikian juga saat pakai blackberry, pakai bold generasi pertama sampai saat ini belum pernah ganti. Teman sekantor sudah tiga kali ganti dan sering nyindir saya masak eksekutif muda BB nya jadul. Sudah lambat, sering hang, bentuknya gak gaul pula..

Bahkan istri juga sering protes karena saya sering telat bales message nya. Bukan apa apa, karena jarang dibuka dan sering hang aja.

Makanya saya sering heran kalo ada orang hobby gonta ganti gadget terbaru, setiap ada model baru pasti ganti. Padahal pemakaiannya ya standar-standar saja, banyak fasilitas canggih-canggih malah tidak terpakai. Karena memang tujuannya utk gengsi, mungkin karena hanya itulah gengsi yg bisa dia banggakan hehehe

Saya pernah bertemu pengusaha papan atas, masuk top 20 terkaya Indonesia versi Forbes dan umur belum 50 tahun. HP nya jadul banget, Nokia kecil versi awal tahun 2000 an, sudah berumur 10 tahun dan bulukan, tapi tetap enjoy aja makainya.

Ketika saya tanya kenapa HP nya gak ganti ganti ? Dijawab, wah HP buat saya asal bisa buat nelpon, terima telpon dan sms, itu sdh cukup. Ganti baru mesti menyesuaikan lagi, repot gak punya waktulah….

Saya juga pernah bertemu pengusaha otomotif jaman Orba, sdh diatas 65 umurnya. HP nya juga lebih jadul lagi, cuman buat telpon dan sms, jd gak perlu ganti yg canggih-canggih.

Ketika saya tanya PIN BB nya ? Dijawab, BB apaan ? Bikin repot aja itu hehehe..

Jadi kalo kelas menengah ‘tanggung’ ini hoby gonta-ganti gadget, apakah sebenarnya karena hanya itu yg bisa dibanggakan ?

Bukannya lebih baik untuk investasi tuh duitnya ? Cari properti produktif, tambah reksadana atau main saham sekalian…

Bagaimana dengan anda… ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: