Jangan NARO !

Jangan NARO – No Action Resolution Only ! Begitu judul halaman muka sebuah majalah yang saya lihat tadi.

Kalimat tersebut sangat relevan untuk kita resapi di penghujung tahun 2011 ini. Desember adalah saat yang tepat untuk membuat resolusi sambil mengevaluasi capaian tahun berjalan.

Namun banyak dari kita terjebak rutinitas dan seremonial saja. Membuat resolusi, target-target, capaian keberhasilan tanpa pernah punya peta dan rencana aksi menuju kesana. Apalagi untuk menjalankan detail rencana aksi tersebut secara konsisten setiap waktu.

Bisa ditebak, yang terjadi dipenghujung tahun adalah penyesalan. Kenapa tidak melakukan ini, melakukan itu, mengeksekusi plan A atau plan B. Dan membuat resolusi lagi utk tahun berikutnya.

John Assaraf dalam bukunya’ Having It All’ memberi panduan bagaimana membuat matrik rancangan hidup.

Dibagi dalam beberapa kategori pencapaian seperti; mental spiritual, kesehatan fisik, hubungan keluarga, relasi sosial dan bisnis, dan finansial.

Disetiap kategori dituliskan peta kekuatan dan kelemahan kita. Tuliskan pula tujuan yang hendak kita capai, secara detail satu persatu beserta tata waktu yg dikehendaki.

Ubah semua kelemahan/kebiasaan buruk, tuliskan secara detail cara mengubahnya. Tuliskan impian-impian kita dan cara mencapainya secara rinci.

Baca, lakukan afirmasi, serta kerjakan setiap hari. Tempel dilokasi lokasi favorit kita. Diskusikan setiap saat dengan pasangan atau orang terdekat kita.

Hampir semua motivator juga menyarankan hal yang sama. Jack Canfield, Tony Robbins, T Harv Eker, Tung Desem menganjurkan hal yang serupa dalam buku-buku maupun training-trainingnya.

Bahkan salah satu motivator favorit saya, Jamil Azzaini, khusus menciptakan buku untuk tujuan ini, Tuhan Inilah Proposal Hidupku. Ini buku wajib yang mesti anda baca dan kerjakan.

Sejak 2006 saya juga ikut-ikutan menuliskan impian-impian jangka pendek saya. Capaian tahunan, tiga tahunan dan lima tahunan. Pada awalnya belumlah sistematis dan masih terkesan asal-asalan.

Target-target jangka pendek yg saya tuliskan tersebut ternyata di tahun 2008 sdh banyak yang tercapai spt jenis mobil yg ingin saya miliki, target income dan jumlah investasi.

Saya menyadari, ternyata apa yang kita tuliskan, kita afirmasi terus-menerus akan mempengaruhi otak bawah sadar kita untuk selalu mencari jalan mencapainya.

Dan karena otak bawah sadar itu bekerja non stop, 24 jam sehari serta gelombangnya terhubung langsung dengan dunia maka dorongan ini akan sangat powerfull bagi kita.

Bahkan berdasarkan penelitian, hanya sekitar 12% saja otak sadar kita, selebihnya adalah otak bawah sadar yang bekerja terus menerus menuntun kehidupan menuju mimpi-mimpi kita.

Saya jadi makin termotivasi untuk membuat resolusi secara lebih sistematis.

Di tahun 2008 saya membuat resolusi dan target impian yang cukup tinggi. Income saya target sepuluh kali lipat dalam tiga tahun, investasi khususnya property naik lima kali lipat, membuka bisnis baru dibidang garmen dan IT, serta saya juga memimpikan bertemu dengan orang-orang terkaya Indonesia.

Desember 2011 ini, ketika saya membaca ulang resolusi tahun 2008 lalu ternyata beberapa target sudah tercapai atau mendekati. Dan beberapa juga mengalami kegagalan.

Income sudah mendekati sepuluh kali lipat, investasi properti juga tercapai, namun investasi saham dan reksadana babak belur, juga bisnis garmen sukses saya tutup, sedang bisnis IT masih belum menggembirakan.

Salah satu target yang sangat saya syukuri adalah bertemu dengan orang-orang terkaya Indonesia. Saya bertemu dengen beberapa dari mereka, spt : Bang Sandi Uno, Chairul Tanjung, Nirwan Bakrie dan sempat berbincang akrab dengan Garibaldi Thohir, Haryanto Adikoesoemo dan Dachlan Iskan dlm beberapa kesempatan.

Bahkan saya dua kali bertemu dan berbincang dengan Bpk Budi Hartono, pemilik Group Djarum, tokoh yg sangat sulit ditemui.

Saya mencoba selalu belajar dari mereka semua. Kalo mereka bisa sampai kesana. Insya Allah sayapun bisa ! Hanya jalannya saja belum ketemu.

Sambil membaca-baca ulang impian tahun-tahun yang telah lewat. Saya kembali menyusun target dan impian lima tahun kedepan.

Tiga tahun kebelakang hampir semua target dan impian saya bersifat kuantitatif. Untuk impian lima tahun kedepan, saya lebih banyak menuliskan hal-hal yang bersifat kualitatif.

Lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga, bermain bersama anak, menjalin hubungan dengan tokoh panutan secara lebih bermakna.

Bersyukur setiap hari, lebih sabar dan meredam marah, lebih banyak tersenyum, gemar membantu dan bersedekah, dan menjadi orang yang lebih baik setiap hari.

Terimakasih Tuhan atas semua nikmatMu, semoga Engkau ridloi semua usaha dan impian-impian kami.

Sesungguhnya Engkaulah yang maha Kaya, maha Memberi dan Berkuasa atas segala sesuatu. Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: