Sell in may and go away….

Dalam dunia investasi ada istilah “sell in may and go away…..”, anjuran untuk menjual saham pada bulan mei dan tinggal berlibur…. Kenapa ? karena bulan Mei biasanya saham-saham pasti turun, musim bagi-bagi deviden sudah selesai…maka investor ramai-ramai memindahkan uangnya dari bursa…ujung-ujungnya bursa pasti turun

Bulan mei ini ternyata pepatah tersebut berlaku, walaupun IHSG masih naik 0.93% pada penutupan kamis, 31 mei 2017 kemarin, namun sejatinya seharusnya IHSG bisa naik lebih tinggi lagi karena adanya kenaikan peringkat investasi Indonesia menjadi Investment Grade / layak Investasi oleh S & P…..terbukti 1-2 hari sejak peringkat tersebut disematkan indeks melonjak diatas 2% dalam dua hari…namun kenapa dalam sebulan malah justru hanya naik 0.93%…ini kemungkinan besar efek Sell in may and go away….

Begitupun dengan kinerja Merpati Fund di bulan mei yang turun signifikan -2.01% vs IHSG 0.93% vs LQ45 1.8% dan Kompas100 1.18%. Penurunan kinerja ini terutama dipengaruhi oleh sektor Coal dan tambang yang terkena sentimen negatif penurunan harga batubara dunia….beberapa saham coal HRUM, BUMI dan tambang mineral BRMS harganya turun di bulan mei ini sehingga mempengaruhi keseluruhan portofolio

Namun demikian secara YTD kinerja Merpati Fund masihlah tetap superior naik sebesar 30.11% vs IHSG ~ 8.33% vs LQ45 ~ 8.37% dan Kompas 100 ~ 8.24%. Kita berharap Juni ini seiring release laporan keuangan emiten kuartal 2 maka kinerja Merpati Fund akan semakin membaik…terutama didukung oleh saham-saham konsumer goods karena efek bulan puasa dan lebaran, juga saham infrastruktur. Saham-saham coal juga kemungkikan akan membaik harganya seiring perbaikan kinerja di kuartal 2…

Happy Investing…..

Advertisements

Euforia Melanda IHSG

Seperti yang kita predikasikan..segera setelah rating layak investasi disematkan oleh S&P, euforia langsung melanda…..para analis segera saja menebar ramalan-ramalannya bahwa IHSG akan meneumbuh 6,500 an, bahkan bisa lebih….seolah-olah hanya rating ini yang mempengaruhi jalannya bursa…

Padahal ini analis yang sama yang beberapa minggu lalu meramalkan IHSG akan sideways atau bahkan turun tajam…efek ‘ Sell in may and go away….katanya…

Waspadalah…waspadalah…!

InestmentGrade-S&P

Investment Grade dari S&P…

Kado manis yang selama ini dinanti-nantikan pemerintah Jokowi akhirnya datang juga….Akhir pekan kemarin Jumat, 19 Mei 2017, lembaga pemeringkat utang dunia Standard and Poor’s ( S & P ) akhirnya menyematkan rating BBB- pada surat utang Indonesia, naik dari rating sebelumnya BB+. Rating ini menjadikan Indonesia menjadi negara yang masuk layak investasi…

Sebenarnya beberapa lembaga rating seperti Moody’s, Fitch Rating dan Japan Credit Rating Agency sudah menyematkan peringkat layak investasi buat Indonesia bebebrapa tahun sebelumnya…namun rasanya belum sempurna kalo belum dapat rating layak investasi dari dari S&P…..

Kenaikan rating layak investasi berarti turunnya credit risk Indonesia, bunga pinjaman yang lebih murah dan makin derasnya investasi asing masuk….

Sontak saja indeks saham melonjak pada penutupan Jum’at lalu, melompat 2.59% ke level 5,792…level tertinggi baru yang pernah dicapai IHSG…

Kalau kita amati dengan seksama..hampir semua saham-saham blue chip seperti BBRI, BBCA, BMRI, UNVR, TLKM, PGAS, SMGR, LPPF, ASII, LSIP dan lainnya kompak naik 2-5% di penutupan hari itu…..artinya saham-saham inilah yang selama ini menjadi incaran asing sehingga begitu rating naik, saham-saham ini juga diburu investor asing…

Semoga kedepan tim ekonomi pemerintah mampu mempertahankan rating ini, bahkan menaikan rating lebih lanjut menjadi seperti level Malaysia, Thailand atau bahkan Filiphina yang sdh layak investasi dari beberapa tahun lalu….

Namun sebagai seorang value investor kita tetap harus waspada dan tidak ikut arus euforia di bursa saham, justru ini peluang untuk take profit saham-saham yang sdh mencapai nilai intrinsiknya dan menunggu peluang lebih lanjut..

Seperti kata Warren Buffet ” Takutlah saat orang-orang mulai serakah…..

Happy investing….